Welcome to my blog : diamondliem83.blogspot.id ==== enjoy your day Aneka Artikel: Depresiasi (Penyusutan Aktiva Tetap)

diamond limbong.jr

Rabu, 03 Februari 2016

Depresiasi (Penyusutan Aktiva Tetap)

Depresiasi (Penyusutan Aktiva Tetap)


Depresiasi adalah penurunan nilaiasset tetap berwujud akibat yang digunakan secara terus-menerus, sehingga perusahaan harus mengganti dengan asset yang sama setelah asset yang lama mencapai akhir masa pakainya, setiap assetdapat menjadi usang oleh perkembangan teknologi, sehinggaasset tersebut kehilangan nilai manfaatnya. Depresiasi merupakan akuntansi non-tunai karena tidak ada pergerakan arus kas dalam pengurangan nilai asset tersebut, namun depresiasi mempengaruhi laporan keuangan termasuk penghasilan kena pajak (PKP) suatu perusahaan.
mengapa aktiva tetap harus disusutkan? Karena anggapan bahwa aktiva yang masih baru akan lebih meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mencapai hasil yang lebih besar. Seiring berjalannya waktu aktiva yang semakin lama akan semakin kecil peranannya dalam mencapai hasil/target. Perlu diketahui nilai sisa atau nilai residu tidak termasuk dalam perhitungan penyusutan/depresiasi.

Berdasarkan  perhitungannya Depresiasi/penyusutan aktiva tetap dapat dibagi menjadi 2  metode meskipun ada beberapa metode seperti metode jumlah produksi atau jam operasional akan tetapi yang sering digunakan adalah :
1.      Metode Garis Lurus
2.      Metode Saldo Menurun

Metode Garis Lurus
Metode ini adalah metode yang menghitung penurunan funsi suatu asset dengan jumlah yang sama dari periode ke periode hingga asset tersebut ditarik dari penggunaannya dalam operasional perusahaan.
Rumus.
           
Penyusutan = NP – NR / UE

NP : Nilai Perolehan
NR : Nilai Residu
UE : Umur Ekonomis

Contoh Soal
Sebuah mesin pengolah kelapa sawit dibeli dengan harga perolehan Rp.13.000.000,- dengan perkiraan umur ekonomis selama 10 tahun, dan pada saat umur ekonomisnya sudah habis, diasumsikan mesin tersebut dapat dijual kiloan sebesar Rp.1.000.000,-
Hitunglah penyusutan bersadarkan metode garis lurus.

Jawab :

Penyusutan    = NP – NR / UE
                        = 13.000.000 – 1.000.000 /10
                        = 12.000.000 / 10
                        = 1.200.000,-/ Tahun

Tarif Penyusutan /Tahun    = 100%
                                                            5
                                                = 20%

Metode Saldo menurun berganda

Metode saldo menurun berganda merupakan metode penyusutan dipercepat,  perhitungan saldonya tidak mempertimbangkan nilai sisa/ residu per periode. Namun jika nilai buku sudah tiba dalam nilai sisa, maka nilai yang disusutkan hanya sampai pada nilai sisa saja. Metode ini popular sebagai percepatan depresiasi karena nilai yang disusutkan pada awal periode penyusutan lebih besar dibanding periode berikutnya. Dan tingkat yang gunakan biasanya adalah dua kali lipat dari metode garis lurus

Contoh Soal :

Perusahaan kelapa sawit membeli sebuah mesin dengan nilai perolehan sebesar Rp.10.000.000,- diasumsikan umur ekonomisnya selama 4 Tahun dengan nilai sisa pada akhir tahun ke-4 adalah Rp.1.000.000,-. Dalam metode garis lurus penyusutan pertahunnya adalah :

Penyusutan    = NP – NR / UE
=  10.000.000 – 1.000.000 / 4
= 9.000.000 / 4
= 2.250.000/ Thn

Tarif Penyusutan /Tahun    = 100%
                                                             4
                                                = 25%

Dalam metode saldo menurun berganda, tarif penyusutan adalah 2 x tarif penyusutan pada metode garis lurus sehingga tarifnya adalah 25% x 2 = 50%

Selanjutnya dapat dicari dengan metode saldo menurun berganda :



Perlu diketahui bahwa dalam metode saldo menurun berganda sedikit berbeda dengan metode garis lurus yaitu: dalam nilai sisa pada tahun terakhir tidak perlu disusutkan ( nilai buku pada awal tahun senilai 1.250.000,- jika disusutkan sebesar 50% seharusnya akan menjadi Rp.625.000,-) akan tetapi dalam metode saldo menurun hanya disusutkan sebesar nilai setelah dikurangi nilai sisa dalam hal ini Rp.250.000,- bukan Rp.625.000,-)
  



Lantas bagaimana bila pengadaan asset tersebut diperoleh bukan awal tahun melainkan pertengahan tahun contohnya bulan April.

Apa yang dimaksud dengan 9/12 dan 3/12 ? maksudnya adalah didalam 1 tahun = 12 bulan, jadi jika asset tersebut diperoleh pada bulan April, maka sisa bulan yang akan dijalani dalam setahun tersebut adalah 9 bulan lagi. Demikian juga dengan 3/12 adalah sisa tahun penggunaan selama 3 bulan hingga 31 Maret tahun terakhir.  

lihat juga postingan Rekonsiliasi Bank       

Tentang Penulis
penulis : Diamond Limbong (artikel asli)
Lahir    : Medan, 13 September 1983

email : diamondliem83@gmail.com
Diamond Liem

About Diamond Liem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar