REKONSILIASI BANK
penulis : Dimaond Limbongemail : diamondliem83@gmail.com
Rekonsiliasi
Bank adalah prosedur mencocokkan saldo kas menurut pencatatan bank dengan
pencatatan perusahaan, karena pengendalian intern kas yang baik akan memberikan
informasi mengenai kas suatu perusahaan, berapa kas yang masuk dan berapa kas
yang dikeluarkan. Logikanya pencatatan antara bank dengan perusahaan haruslah
sama, oleh karena itu seorang akuntan harus dapat menjelaskan mengapa terjadi
perbedaan antara laporan perusahaan dengan laporan bank, ada beberapa kemungkinan
penyebab terjadi perbedaan antara pencatatan perusahaan dengan pencatatan bank,
secara umum kejadiaan inilah yang membuat perlu dilakukan rekonsiliasi
bank.
Faktor
penyebab Perbedaan Pencatatan.
Faktor penyebab terjadinya perbedaan saldo kas
pada Perusahaan dengan Bank adalah adanya kemungkinan perusahaan belum, kurang
atau lebih mencatat sebuah transaksi begitu juga sebaliknya dengan Bank. Hal
yang lazim menjadi penyebab selisih pencatatan saldo kas perusahaan dengan
pencatatan saldo kas Bank adalah antara lain:
1. Setoran
dalam Perjalanan (deposit in transit)
Penyetoran atau transfer perusahaan kepada
Bank , yang telah dicatat oleh perusahaan, namun belum dicatat oleh Bank.
Contohnya penyetoran yang dilakukan pada tanggal 31 Januari sementara bank
mencatat pada 1 Februari sehingga transaksi tersebut tidak akan muncul pada
rekening koran periode Januari melainkan pada rekening koran Februari. Untuk
melakukan pemeriksaan pada kasus ini, seorang akuntan harus lebih cenderung memperhatikan setoran yang terjadi pada saat
akhir bulan dan membandingkan slip setoran yang tidak tercatat pada laporan
bank, itu kemungkinan menjadi setoran dalam perjalanan.
1 2. Cek beredar (Outstanding Check)
Cek beredar adalah cek yang telah diserahkan
perusahaan untuk membayar suatu transaksi pembelian kepada pihak ketiga (supplier), namun cek tersebut belum dicairkan
oleh Bank, dikarenakan berbagai alasan seperti pemegang cek tidak langsung
mencairkan dana tersebut.
Untuk melakukan pemeriksaan ini seorang
akuntan harus mencocokkan cek yang telah dicatat oleh Bank dengan cek yang
sudah dikeluarkan oleh perusahaan pada bonggol cek. Nomor cek yang sudah
dikeluarkan namun tidak tercatat pada laporan bank, adalah menjadi cek yang
masih beredar.
3. Biaya Bank (
Bank Charge)
Biaya yang dibebankan oleh bank kepada
perusahaan contohnya biaya administrasi bank, Transaksi ini biasanya dilakukan auto debt oleh pihak bank terhadap
rekening bank perusahaan sehingga perusahaan
tidak akan mengetahui biaya tersebut sebelum melihat laporan Bank.
4. Cek Kosong (non-sufficient
fund check)
Cek yang diterima oleh perusahaan dari
pelanggan sudah dicatat sebagai penerimaan kas oleh perusahaan, dan telah
disetorkan ke bank sebagai penambah rekening giro, namun dihari berikutnya
karena alasan dana yang tidak mencukupi, bank tidak mencatat cek tersebut
sebagai setoran, maka akan mengakibatkan perbedaan pencatatan antara bank
dengan perusahaan.
5. Penerimaan
yang dilakukan oleh bank, namum belum diketahui oleh perusahaan. Contohnya
pelanggan melakukan pelunasan piutang melalui transfer rekening bank.
Perusahaan tidak akan mencatat sebelum mengetahuinya.
6. Kesalahan
dalam pencatatan yang dilakukan oleh pihak perusahaan atau pihak bank, apabila
terjadi perbedaan nilai transaksi dengan bukti transaksi yang sama, maka harus
diterlusuri pihak mana yang melakukan kesalahan. Apabila perusahaan yang
melakukan kesalahan maka dilakukan jurnal penyesuaian, akan tetapi bila
kesalahan dilakukan oleh pihak bank, maka perusahaan harus melaporkan kepada
pihak bank untuk melakukan perbaikan pada periode berikutnya.
Contoh
Rekonsiliasi 2 kolom
Saldo
menurut PT. Diamond Star’s pada periode 31 Januari 2015 adalah Rp.20.502.000,-
sedangkan menurut Bank Danamon adalah sebesar Rp.22.190.000,-. Beberapa hal
yang diduga menjadi penyebab perbedaan saldo tersebut sebagai berikut:
11. Setoran
sebesar Rp. 3.680.000,- dilakukan pada 31 Januari, akan tetapi Bank belum
mencatat.
12. Pembayaraan
menggunakan cek kepada PT. Adira, namun belum dicairkan senilai Rp.5.001.000,-
33. Bunga
pinjaman auto debet dari rekening perusahaan senilai Rp.600.000,- namun belum diketahui oleh perusahaan.
4. Beban
Administrasioleh Bank sebesar Rp.18.000,- belum diketahui perusahaan
5. Cek dari
pelanggan senilai Rp.220.000,- tidak dapat diuangkan dengan alasan dana tidak
cukup
6. Perusahaan
melakukan kesalahan pencatatan, cek untuk pembayaran hutang sebesar
Rp.131.000,- namun dicatat sebesar Rp.311.000,-
7. Bank salah
mencairkan cek sebesar Rp.175.000,-, dimana seharusnya merupakan cek dari
perusahaan PT. KDS bukan PT. Diamond Star’s
|
PT. Diamond Star's
|
|||||
|
Rekonsiliasi Bank Danamon
|
|||||
|
tertanggal 31 Januari 2015
|
|||||
|
PT. Diamond Star's
|
|
Bank Danamon
|
|||
|
|
Saldo Awal
Perusahaan
|
20,502,000.00
|
|
Saldo awal Bank
|
22,190,000.00
|
|
|
|
|
|
|
|
|
+
|
Salah catat cek
|
180,000.00
|
+
|
Setoran dalam
perjalanan
|
3,680,000.00
|
|
+
|
Belum Catat Bunga
|
600,000.00
|
+
|
Kesalahan
mencairkan Cek
|
175,000.00
|
|
|
|
|
|
|
|
|
-
|
Beban Adm
|
(18,000.00)
|
-
|
Cek beredar
|
(5,001,000.00)
|
|
-
|
Cek Kosong
|
(220,000.00)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Saldo Akhir
|
21,044,000.00
|
|
Saldo Akhir
|
21,044,000.00
|
|
|
|
|
|
|
|
Jurnal penyesuaian yang diperlukan dari
rekonsiliasi diatas adalah :
Kas Rp.600.000,-
Pendapatan
Bungan Rp.600.000,-
Kas Rp.180.000,-
Utang
Usaha Rp180.000,-
Beban Adm Rp.18.000,-
Kas Rp.18.000,-
Piutang Usaha Rp.220.000,-
Kas Rp.220.000,-
Contoh Rekonsiliasi 4 Kolom
Info PT. Diamond Star;s
Periode April Mei
Saldo menurut bank (rekening Koran) Rp.650,- Rp.700,-
Saldo menurut PT. Diamond Star’s Rp.845,- Rp.986,-
-
Setoran dalam perjalanan Rp.200,- Rp.250,-
-
Cek beredar Rp.100,- Rp.125,-
-
Biaya administrasi bank Rp.30,- Rp.40,-
-
Jasa giro Rp.45,- Rp.50,-
-
Cek kosong Rp.60,- Rp.120,-
- Kesalahan catat pada bulan April oleh PT. Diamond Star’s saat
pembayaran hutang senilai Rp.120,- yang seharusnya Rp.170,-
-
Jumlah catatan penerimaan bulan Mei menurut bank Rp.320 dan PT. Diamond Star’s mencatat sebesar Rp.365,-
sedangkan kas dikreditkan bulan Mei menurut laporan Bank Rp.270,- dan catatan
PT. Diamond Star’s sebesar Rp.225,-
Cara pengerjaan.
Terlebih
dahulu tandai pos-pos mana yang mempengaruhi catatan bank dan mana pos yang
mempengaruhi catatan perusahaan.
Catatan Bank
-
Setoran dalam perjalan (bank belum mencatat sebesar Rp.200,- pada
bulan april dan Rp.250,- pada bulan Mei) sehingga bank harus menambahkan saldo
rekening PT. Diamond Star’s.
-
Cek Beredar (bank belum mencatat penarikan melalui cek senilai
Rp.100,- pada bulan April dan Rp.125,- pada bulan Mei)
Catatan
Perusahaan
- Beban administrasi (belum dicatat oleh perusahaan sebesar Rp.30,-
pada bulan April dan sebesar Rp.40,- pada bulan Mei, padahal bank sudah mengurankan pada rekening PT. Diamond Star’s
sebagai beban administrasi
- Jasa Giro (belum dicatat oleh perusahaan sebesar Rp.45,- pada bulan April dan sebesar Rp.50,- pada
bulan Mei) padahal bank sudah menambahkan pada rekening PT. Diamond Star’s
sebagai pendapatan bunga.
- Cek kosong (cek yang dikembalikan oleh bank karena cek kosong
sebesar Rp.60,- pada bulan April dan sebesar Rp.120,- pada bulan Mei)
mengurangkan saldo pada PT. Diamond Star’s
- Kesalah yang dilakukan pada bulan April sehinggan membuat saldo
buku terlalu tinggi, maka harus mengurangi saldo kas PT Diamond Star’s sebesar
selisihnya, sehingga pencatatan menjadi tepat.
Untuk
mempermudah menemukan logikanya sebaiknya dibahas satu pos saja dulu.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Mengapa
bisa demikian?
Setoran
dalam perjalanan yang sudah dicatat dan disetorkan oleh perusahaan namun belum
mencatat pada bulan April sebesar Rp.200,- dan pada bulan Mei sebesar Rp.250,-.
Lantas kolom penerimaan bulan Mei ada tertulis pada periode April (Rp.200,-) tanda
tutup kurung ini untuk memudahkan
mengetahui bahwa transaksi penerimaan tersebut bukan penerimaan dibulan
Mei melainkan telah dicatat pada bulan April, sehingga mengurangi penerimaan pada
bulan Mei.
|
PT. Diamond Star's
|
||||
|
Rekonsiliasi Bank Danamon
|
||||
|
tertanggal 31 Mei 2015
|
||||
|
Uraian
|
Saldo 30 April
|
Mei
|
Saldo 31 Mei
|
|
|
Penerimaan
|
Pengeluaran
|
|||
|
Saldo Menurut
Bank
|
650
|
320
|
270
|
700
|
|
Setoran dalam
perjalanan
|
200
|
(200)
|
|
-
|
|
|
250
|
|
250
|
|
|
Cek Beredar
|
(100)
|
|
(100)
|
-
|
|
|
|
125
|
(125)
|
|
|
|
|
|
|
-
|
|
Saldo Bank
Rekonsiliaasi
|
750
|
370
|
295
|
825
|
|
Saldo Menurut Perusahaan
|
845
|
365
|
225
|
985
|
|
Biaya
Administrasi
|
(30)
|
|
(30)
|
-
|
|
|
|
40
|
(40)
|
|
|
Jasa Giro
|
45
|
(45)
|
|
-
|
|
|
50
|
|
50
|
|
|
Cek Kosong
|
(60)
|
|
(60)
|
-
|
|
|
|
120
|
(120)
|
|
|
Salah Catat
|
(50)
|
|
(50)
|
-
|
|
|
|
50
|
(50)
|
|
|
Saldo Perusahaan
Rekonsiliasi
|
750
|
370
|
295
|
825
|
Mungkin sedikit membingungkan, mengapa
kesalahan pencatatan periode April dikurangi juga dengan nilai yang sama pada
bulan Mei? Karena kesalahan pada bulan april akan menjadi saldo awal dibulan
Mei, sehingga saldo bulan Mei juga menjadi salah sehingga perlu dikoreksi.
Nah.. Blog Rekonsiliasi Bank udah selesai.. tunggu postingan Akuntansi selanjutnya ya..
Semangat Belajar para calon Akuntan Handal.. :) ⌚⌛
Tidak ada komentar:
Posting Komentar