Welcome to my blog : diamondliem83.blogspot.id ==== enjoy your day Aneka Artikel: Februari 2016

diamond limbong.jr

Rabu, 03 Februari 2016

LAPORAN KEUANGAN & CONTOH SOAL

LAPORAN KEUANGAN


Laporan Keuangan (Financial Statement) adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk mengambarkan kinerja perusahaan. Laporan Keuangan meliputi :
- Laba Rugi Konferensif
- Laporan Perubahan Ekuitas
- Neraca
- Laporan Arus Kas
- Catatan atas Laporan Keuangan
Pemakai Laporan Keuangan
Pada umumnya laporan keuangan digunakan dalam berbagai kepentingan contohnya Investor dalam menanamkan modal di sebuah perusahaan, kreditur dalam memberikan pinjaman dan banyak lagi kegunaan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan. pengguna laporan keuangan antara lain:
- Investor
- Karyawan
- Kreditur
- Supplier
- Pelanggan
- Pemerintah
- Masyarakat

Tujuan Laporan Keuangan
Laporan keuangan bertujuan untuk melaporkan posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan yang bermanfaat bagi pihak-pihak pemakai laporan keuangan dalam mengambil keputusan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen, sehingga pemakai laporan keuangan mengetahui apa yang telah dilakukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan, dan pemakai laporan keuangan dapat membuat keputusan seperti menahan atau menjual investasi dalam perusahaan atau mengangkat dan mengganti manajemen.
Karakteristik Laporan Keuangan
Ada 7 karakteristik laporan keuangan yang baik antara lain:
1.       Dapat dipahami
Informasi yang ada dalam laporan keuangan mudah dipahami oleh pemakai
2.       Relevan
Informasi yang disajikan mempunyai hubungan dengan pihak pemakai laporan keuangan dalam mengambil keputusan
3.       Daya uji
Konsep yang digunakan dalam membuat laporan keuangan berdasarkan konsep dan prinsip dasar akuntansi yang dianut.
4.       Netral
Laporan yang disajikan bersifat umum dan tidak memihak pada kepada kepentingan pemakai tertentu.
5.       Tepat Waktu
Laporan yang disajikan harus tepat waktu/ tidak terlambat.
6.       Daya Banding
Laporan yang disajikan dapat dibandingkan dengan laporan keuangan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan lain dengan tahun yang sama.
7.       Lengkap
Laporan keuangan disusun harus memenuhi syarat-syarat pelaporan keuangan, tidak menyesatkan pemakai.

Tehnik penyusunan Laporan Keuangan
A .     Laporan Laba Rugi
Laporan Laba Rugi adalah Laporan yang memberikan informasi tentang pencapaian atau kegagalan yang dialami perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang diniali atau diukur dengan uang.
Unsur-unsur dalam Laporan Laba Rugi
- Pendapatan :
Pendapatan yang dicapai perusahaan dalam satu periode, dalam pendapatan harus dirinci antara pendapat atas usaha pokok perusahaan (pendapatan operasional) dan pendapatan diluar usaha pokok (pendapatan non operasional)
- Beban:
Beban yang dikeluarkan dalam proses perusahaan dalam satu periode, sama halnya dengan pendapatan, beban juga dipisahkan berdasarkan beban operasional perusahaan dan beban yang dikeluarkan diluar operasional perusahaan.
Saldo Laba-Rugi :
Saldo yang didapat dengan membandingkan antara pendapatan dengan beban, jika pendapatan lebih besar nilainya daripada beban maka perusahaan tergolong laba, dan sebaliknya jika pendapatan lebih kecil nilainya daripada beban maka perusahaan tergolong rugi.
       
Pengerjaan Laporan Laba Rugi dapat dibagi 2 yaitu :
1.       Single Step
Metode ini adalah menggabungkan seluruh pendapatan dan beban operasional dalam satu kelompok.
2.       Multi Step
Metode ini memisahkan antara Pendapatan dan Beban operasional dengan Pendapatan dan Beban non operasional.

B.           Laporan Perubahan Equitas
Laporam perubahan equitas ini adalah laporan yang menggambarkan perubahan atas modal perusahaan dengan membandingkan saldo awal dengan saldo akhir dalam periode tertentu.
Unsur-unsur dalam Laporan Perubahan Ekuitas:
·    Modal Awal adalah modal yang ditanamkan pada awal periode.
·  Rugi Laba adalah saldo yang didapat dari laporan Laba Rugi (selisih Pendapatan dengan beban) yang disebut dengan Laba/Rugi bersih
·   Setoran Modal adalah setoran yang diberikan oleh pemilik perusahaan dalam periode tersebut sebagai penambahan modal.
·    Prive adalah pengambilan aktiva oleh pemilik untuk kepentingan pribadi.

C.            Neraca
Neraca merupakan susunan aktiva dan passiva perusahaan yang disusun berurut kebawah dari Aktivap, Hutang dan Modal (report form) sedangkan bentuk lain adalah bentuk account form yaitu disusun dalam dua kolom yang terdiri dari sisi debet dan kredit. Pada sisi debet adalah aktiva lancar dan aktiva tetap sedangkan disisi kredit adalah hutang dan modal

Kali ini penulis hanya akan membahas sampai di penyusunan Neraca saja dulu, karena mengenai lapran arus kas dan catatan atas laporan keuangan akan dibahas dalam postingan selanjutnya.

Berikut ini contoh pengerjaan Laporan Keuangan:


contoh soal

Laporan Laba Rugi

Laporan Perubahan Ekuitas

Neraca

lihat juga postingan artikel tentang akuntansi berikutnya klik disini

penulis : diamond Limbong
Lahir : Medan, 13 September 1983

email : diamondliem83@gmail.com

Orang Bijak akan selalu memberi saran dan komentar!

Depresiasi (Penyusutan Aktiva Tetap)

Depresiasi (Penyusutan Aktiva Tetap)


Depresiasi adalah penurunan nilaiasset tetap berwujud akibat yang digunakan secara terus-menerus, sehingga perusahaan harus mengganti dengan asset yang sama setelah asset yang lama mencapai akhir masa pakainya, setiap assetdapat menjadi usang oleh perkembangan teknologi, sehinggaasset tersebut kehilangan nilai manfaatnya. Depresiasi merupakan akuntansi non-tunai karena tidak ada pergerakan arus kas dalam pengurangan nilai asset tersebut, namun depresiasi mempengaruhi laporan keuangan termasuk penghasilan kena pajak (PKP) suatu perusahaan.
mengapa aktiva tetap harus disusutkan? Karena anggapan bahwa aktiva yang masih baru akan lebih meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mencapai hasil yang lebih besar. Seiring berjalannya waktu aktiva yang semakin lama akan semakin kecil peranannya dalam mencapai hasil/target. Perlu diketahui nilai sisa atau nilai residu tidak termasuk dalam perhitungan penyusutan/depresiasi.

Berdasarkan  perhitungannya Depresiasi/penyusutan aktiva tetap dapat dibagi menjadi 2  metode meskipun ada beberapa metode seperti metode jumlah produksi atau jam operasional akan tetapi yang sering digunakan adalah :
1.      Metode Garis Lurus
2.      Metode Saldo Menurun

Metode Garis Lurus
Metode ini adalah metode yang menghitung penurunan funsi suatu asset dengan jumlah yang sama dari periode ke periode hingga asset tersebut ditarik dari penggunaannya dalam operasional perusahaan.
Rumus.
           
Penyusutan = NP – NR / UE

NP : Nilai Perolehan
NR : Nilai Residu
UE : Umur Ekonomis

Contoh Soal
Sebuah mesin pengolah kelapa sawit dibeli dengan harga perolehan Rp.13.000.000,- dengan perkiraan umur ekonomis selama 10 tahun, dan pada saat umur ekonomisnya sudah habis, diasumsikan mesin tersebut dapat dijual kiloan sebesar Rp.1.000.000,-
Hitunglah penyusutan bersadarkan metode garis lurus.

Jawab :

Penyusutan    = NP – NR / UE
                        = 13.000.000 – 1.000.000 /10
                        = 12.000.000 / 10
                        = 1.200.000,-/ Tahun

Tarif Penyusutan /Tahun    = 100%
                                                            5
                                                = 20%

Metode Saldo menurun berganda

Metode saldo menurun berganda merupakan metode penyusutan dipercepat,  perhitungan saldonya tidak mempertimbangkan nilai sisa/ residu per periode. Namun jika nilai buku sudah tiba dalam nilai sisa, maka nilai yang disusutkan hanya sampai pada nilai sisa saja. Metode ini popular sebagai percepatan depresiasi karena nilai yang disusutkan pada awal periode penyusutan lebih besar dibanding periode berikutnya. Dan tingkat yang gunakan biasanya adalah dua kali lipat dari metode garis lurus

Contoh Soal :

Perusahaan kelapa sawit membeli sebuah mesin dengan nilai perolehan sebesar Rp.10.000.000,- diasumsikan umur ekonomisnya selama 4 Tahun dengan nilai sisa pada akhir tahun ke-4 adalah Rp.1.000.000,-. Dalam metode garis lurus penyusutan pertahunnya adalah :

Penyusutan    = NP – NR / UE
=  10.000.000 – 1.000.000 / 4
= 9.000.000 / 4
= 2.250.000/ Thn

Tarif Penyusutan /Tahun    = 100%
                                                             4
                                                = 25%

Dalam metode saldo menurun berganda, tarif penyusutan adalah 2 x tarif penyusutan pada metode garis lurus sehingga tarifnya adalah 25% x 2 = 50%

Selanjutnya dapat dicari dengan metode saldo menurun berganda :



Perlu diketahui bahwa dalam metode saldo menurun berganda sedikit berbeda dengan metode garis lurus yaitu: dalam nilai sisa pada tahun terakhir tidak perlu disusutkan ( nilai buku pada awal tahun senilai 1.250.000,- jika disusutkan sebesar 50% seharusnya akan menjadi Rp.625.000,-) akan tetapi dalam metode saldo menurun hanya disusutkan sebesar nilai setelah dikurangi nilai sisa dalam hal ini Rp.250.000,- bukan Rp.625.000,-)
  



Lantas bagaimana bila pengadaan asset tersebut diperoleh bukan awal tahun melainkan pertengahan tahun contohnya bulan April.

Apa yang dimaksud dengan 9/12 dan 3/12 ? maksudnya adalah didalam 1 tahun = 12 bulan, jadi jika asset tersebut diperoleh pada bulan April, maka sisa bulan yang akan dijalani dalam setahun tersebut adalah 9 bulan lagi. Demikian juga dengan 3/12 adalah sisa tahun penggunaan selama 3 bulan hingga 31 Maret tahun terakhir.  

lihat juga postingan Rekonsiliasi Bank       

Tentang Penulis
penulis : Diamond Limbong (artikel asli)
Lahir    : Medan, 13 September 1983

email : diamondliem83@gmail.com
Diamond Liem

About Diamond Liem